Sabtu, 31 Oktober 2026 Indeks RSS Login Redaksi
TERBARU
Australia Dukung Penguatan Demokrasi di Aceh melalui Program Partisipasi Perkuat Peran PKK, Mukarramah Fadhlullah Dorong Semangat Gotong Royong Masyarakat Mukarramah Fadhlullah Hadiri Pembinaan Pokja Bunda PAUD di Aceh Tenggara, Dorong Penguatan Pendidikan Anak Usia Dini Persoalan CCTV Ditindaklanjuti, RSUDZA Pastikan Pelayanan Tetap Profesional Ketua Pokja Bunda PAUD Aceh Dorong Penguatan Pendidikan Anak Usia Dini di Gayo Lues Kak Na Semangati Anak Binaan di LPKA Lambaro Harumkan Nama Aceh di Malaysia, Atlet Muaythai Pulang dengan 4 Emas dan 2 Perak Stafsus Gubernur Aceh Nektu Bahas Progres Pemulihan Lahan Pertanian dengan Plt Kadistanbun Rancangan APBA 2027 Disampaikan, Pj Sekda Aceh Hadiri Rapat Paripurna DPRA Wagub Aceh Hadiri Maulid Nabi dan Doa Bersama Mengenang Bencana Gayo
Umum

Aceh Siaga Hadapi Puncak Musim Hujan, Pj Sekda Pimpin Apel Kesiapsiagaan

Aceh Siaga Hadapi Puncak Musim Hujan, Pj Sekda Pimpin Apel Kesiapsiagaan

BERITADENYUT.COM | BANDA ACEH – Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Aceh, Taufik, memimpin apel kesiapsiagaan pengurangan risiko bencana dan gelar peralatan di halaman gudang Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Senin (26/10/2026).


Apel tersebut diikuti kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) serta personel dari Basarnas, Dinas Perhubungan Aceh, PMI, Tagana, BPBA, Dinas Sosial, BMKG, Satpol PP, Dinas Kesehatan, dan Dinas PUPR.


Dalam arahannya, Taufik meminta seluruh unsur terkait meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, terutama menjelang puncak musim hujan pada November 2026.


Berdasarkan prakiraan BMKG, intensitas hujan diperkirakan meningkat pada 10 Zona Musim (ZOM) atau 62,5 persen wilayah ZOM di Aceh pada November, dibandingkan Oktober yang tercatat hanya pada satu ZOM atau 6,25 persen.


“Jangan menunggu bencana terjadi untuk bertindak, karena keselamatan masyarakat adalah prioritas utama,” tegas Taufik.


Ia meminta pemerintah kabupaten/kota bersama instansi terkait memastikan kesiapan personel, peralatan, dan logistik, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta menempatkan sumber daya di lokasi rawan bencana.


Taufik juga menekankan pentingnya pembersihan drainase dan alur sungai, pemantauan cuaca, penyebaran peringatan dini, serta pengaktifan posko dan penyusunan rencana kontingensi di setiap kabupaten/kota.


Menurutnya, kesiapsiagaan harus menjadi perhatian serius karena proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana masih berlangsung. Sejumlah warga masih tinggal di hunian sementara, sementara beberapa akses jalan dan jembatan masih rawan dilalui.


Ia meminta seluruh jajaran melakukan evaluasi dan pelaporan berkala agar setiap kendala dapat segera ditangani, sekaligus memastikan kebutuhan dasar dan keselamatan masyarakat, terutama kelompok rentan, tetap menjadi prioritas.


Kegiatan tersebut mengusung tema “Siaga Bersama, Tangguh Menghadapi Bencana Hidrometeorologi demi Aceh yang Aman dan Tangguh.”[]

Iklan

Berita Terkait

Baca Juga