Minggu, 01 November 2026 Indeks RSS Login Redaksi
TERBARU
Australia Dukung Penguatan Demokrasi di Aceh melalui Program Partisipasi Perkuat Peran PKK, Mukarramah Fadhlullah Dorong Semangat Gotong Royong Masyarakat Mukarramah Fadhlullah Hadiri Pembinaan Pokja Bunda PAUD di Aceh Tenggara, Dorong Penguatan Pendidikan Anak Usia Dini Persoalan CCTV Ditindaklanjuti, RSUDZA Pastikan Pelayanan Tetap Profesional Ketua Pokja Bunda PAUD Aceh Dorong Penguatan Pendidikan Anak Usia Dini di Gayo Lues Kak Na Semangati Anak Binaan di LPKA Lambaro Harumkan Nama Aceh di Malaysia, Atlet Muaythai Pulang dengan 4 Emas dan 2 Perak Stafsus Gubernur Aceh Nektu Bahas Progres Pemulihan Lahan Pertanian dengan Plt Kadistanbun Rancangan APBA 2027 Disampaikan, Pj Sekda Aceh Hadiri Rapat Paripurna DPRA Wagub Aceh Hadiri Maulid Nabi dan Doa Bersama Mengenang Bencana Gayo
Umum

Persoalan CCTV Ditindaklanjuti, RSUDZA Pastikan Pelayanan Tetap Profesional

Persoalan CCTV Ditindaklanjuti, RSUDZA Pastikan Pelayanan Tetap Profesional

BERITADENYUT.COM | BANDA ACEH — Beredarnya video terkait pemasangan CCTV di ruang bidan kamar bersalin Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) di media sosial telah memunculkan beragam tanggapan dan penafsiran di tengah masyarakat. Menanggapi hal tersebut, Direktur RSUDZA, Dr. Muhazar Harun, SKM, M.Kes., menegaskan bahwa persoalan ini telah ditindaklanjuti melalui evaluasi internal sesuai ketentuan yang berlaku.


Muhazar menjelaskan bahwa pemasangan CCTV tersebut bukan merupakan kebijakan pimpinan rumah sakit. Setiap pemasangan perangkat pengawasan di lingkungan rumah sakit harus melalui koordinasi dan persetujuan pihak berwenang serta memperhatikan aspek keamanan, kerahasiaan, dan privasi pasien maupun tenaga kesehatan.


Sebagai tindak lanjut, manajemen telah memberikan sanksi kepada pihak yang terkait dengan pemasangan CCTV dan penyebaran video tersebut. Langkah ini merupakan bagian dari evaluasi atas kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP) dan mekanisme koordinasi internal.


Menurut Muhazar, persoalan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat pengawasan, memperbaiki komunikasi, dan meningkatkan koordinasi antara kepala ruangan, wakil kepala ruangan, serta staf. Setiap persoalan di lingkungan rumah sakit harus disampaikan melalui jalur pelaporan yang tepat agar dapat diselesaikan berdasarkan fakta dan ketentuan yang berlaku.


Ia juga mengimbau masyarakat agar menyikapi informasi yang beredar secara bijak dan tidak menyebarluaskan rekaman maupun informasi yang belum terverifikasi. Penyebaran konten tanpa konteks yang utuh berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dan merugikan pihak-pihak terkait.


“Kami memastikan persoalan ini telah ditindaklanjuti. Evaluasi dan pembenahan internal terus dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang. Prioritas kami adalah menjaga profesionalitas, melindungi privasi, dan memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik,” tegas Muhazar.


Manajemen RSUDZA berkomitmen menjadikan peristiwa ini sebagai bahan evaluasi untuk memperkuat tata kelola, disiplin, dan mutu pelayanan rumah sakit.

Iklan

Berita Terkait

Baca Juga